Recovery adalah program sepanjang hidup yang akan dijalani oleh pecandu yang sedang pulih (recovering addict). Merupakan proses belajar untuk mencapai perubahan perilaku yang baru. Recovery sebagai sebuah proses mengalami dinamikanya sendiri. Relapse merupakan bagian dari dinamika belajar dalam recovery. Kekambuhan bukan hal kegagalan total dari sebuah program recovery. Hanya clean-time yang hilang, bukan knowledge yang pernah didapat oleh seorang recovering addict. Artinya tidak harus memulai dari Nol lagi. Meskipun ada beberapa hal yang harus dikaji ulang dalam program belajar yang pernah dijalankan. Untuk itu perlu dibuat sebuah evaluasi untuk mencari pencetus terjadinya kekambuhan. dan mustahil mengulang cara yang sama untuk mengharapkan hasil yang berbeda tentunya.
Memberikan hukuman bagi seeorang recovering addict yang relapse justru hanya akan memunculkan rasa enggan untuk meminta pertolongan. Perasaan jera tidak membantu bagi addict, karena kita semua tahu bahwa umumnya addict adalah tipikal pengambil resiko (high risk taker). Tidak ada satupun addict yang dengan sadar merencanakan kekambuhannya. Saat kekambuhan (slip/initial lapse) terjadi biasa diikuti dengan perasaan menyesal, marah, gagal, dsb.Hal ini yang seringkali membuat serang addict gagal kembali bangkit pada program pemulihannya.
Untuk itu diperlukan suatu resillience pada recovering addict dalam menjalani kehidupan nyata. Artinya recovering addict mampu segera bangkit dan keluar dari masalah-masalah yang dihadapinya di kehidupan nyata. Dan jika terjadi kekambuhan ia akan segera mampu bangkit kepada program pemulihannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar