Menurut teori pendekatan "Humanistic" semua orang butuh mengaktualisasikan dirinya. Dalam program terapi dan rehabilitasi seringkali sulit mengaktualisasikan diri akibat conditioning dengan aturan-aturan yang ada. Oleh karena itu individu berusaha mengaktualisasikan dirinya setiap ada kesempatan. Setiap jenjang fase pasti terjadi reaktualisasi. Itu semua wajar saja terjadi dan tidak ada yang salah.Setelah keluar program terapi (paska rehabilitasi) aktualisasi terjadi dan sering kali jelas terlihat pada individu yangbaru keluar rehab. Seperti tanpa kenal lelah padahal orang lain yang melihatnya mungkin sudah lelah. Ingin rambut model gitu, ingin baju kaya si itu, ingin punya pacar yang kaya gitu, ingin hebat seperti si anu, ingin punya barang yang kaya gitu, dsb.... Hal -hal seperti itu yang sebenarnya wajar jadi tidak wajar kalau ingin didapat secara instant tanpa proses yang seharusnya dijalankan oleh banyak orang.
Kenyataannya proses re actualisasi sering tidak pas dengan si individu yang bersangkutan. Hasilnya akan menjadi sebuah beban dan tekanan yang harus dihadapi oleh yang bersangkutan. Personality addict yang umumnya "border-line" bermasalah dengan hal seperti itu. Jadi cara paling mudah ya dengan menjalankan proses aktualisasi yang bertahap dan cari jati diri yang "pas" untuk dirinya masing-masing. Karena setiap individu itu unik. Role modeling bukan berarti "imitating" itu jelas harus dipahami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar