Addiction (Adiksi/Kecanduan) adalah murni gejala penyakit. Dimana fungsi receptor syaraf di otak terjadi ketidakseimbangan(chemical imblance). Menggunakan Napza (Psychoactive Drugs) hanyalah salah satu cara instant (short cut) untuk mencapai keseimbangan yang diinginkan oleh seorang individu.Adiksi tidak ada hubungannya dengan moral atau agama. Adiksi bisa terjadi sama mereka yang tidak beragama atau yang beragama.Tidaklah cukup seorang pecandu berdoa untuk lepas dari kecanduannya dengan begitu saja. Begitu juga dengan menghukum seorang pecandu tidak akan menjamin dia tidak kembali menggunakan drugs (relapse/kambuh).
Oleh karena itu adiksi harus diselesaikan lewat terapi (treatment) yang sesuai dengan permasalahannya. Karena setiap individu itu unik, maka sebaiknya cara yang digunakan memperhitungan hal itu (menghindari over generalisir).
Penelitian terakhir menemukan bahwa gangguan perilaku yang ada disebabkan oleh unsur genetik (kromosom dalam DNA). Perliaku yang berulang dan sudah menjadi kebiasaan sudah menjadi protein dalam DNA. Artinya suka tidak suka sebagian dari kita memang terlahir dengan bakat sebagai pecandu (addict). Hanya butuh faktor pencetus (trigger) untuk kemudian perilaku adiksi terjadi. Beberapa orang yang tidak "berbakat" sebagai pengguna bahkan bisa berhenti kapanpun setelah mencoba menggunakan drugs.
Untuk itu bagi mereka yang ternyata memiliki bakat genetik sebagai pecandu, sebaiknya memahami bahwa ada kebutuhan yang selama ini dipenuhi dengan cara menggunakan drugs. Namun cara lama yang digunakan sebenarnya bisa diganti dengan jalan lain yang lebih bisa diterima oleh norma-norma yang ada, seperti menyalurkan hobby, melakukan rekreasi, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar